Satu kode, satu pohon. Telusuri pemilik, lahan, kondisi tanah, perawatan, siklus berbunga, hingga hasil panen dalam satu halaman profil.
Setiap pohon punya kode unik dan label QR — sekali scan, seluruh riwayatnya terbuka.
Parameter tanah, perawatan, berbunga, dan panen tersimpan sebagai riwayat, bukan angka yang ditimpa.
Dari tanggal berbunga, sistem menghitung perkiraan waktu panen (110 hari) secara otomatis.
Pendataan kebun biasanya berhenti di tingkat lahan. Padahal keputusan perawatan dan perkiraan panen paling berguna bila diambil per pohon.
Sistem ini menyimpan identitas tiap pohon beserta rantai datanya: pemilik → lahan → pohon → siklus berbunga → panen → pengepul. Estimasi panen dihitung dari tanggal berbunga sehingga tidak pernah basi.
Seluruh pencatatan dilakukan lewat panel admin, dengan pola halaman yang seragam untuk setiap jenis data.
Data pemilik kebun beserta lahan dan pohon yang dimilikinya.
Kode lahan, luas, alamat, dan titik koordinat kebun.
Identitas tiap pohon lengkap dengan label QR siap cetak.
Pengukuran N, P, K, EC, dan pH sebagai deret waktu per lahan.
Pemupukan, penyiraman, pemangkasan, dan penyemprotan.
Catatan tiap siklus berbunga beserta estimasi panennya.
Realisasi panen: tanggal, jumlah kg/buah, harga, dan pengepul.
Data pembeli hasil panen beserta rekap transaksinya.
Angka berikut dihitung langsung dari basis data sistem.
Pemilik
Lahan
Pohon Terdata
Total Panen (kg)
Empat langkah yang dijalankan operator, dari pendataan awal sampai penjualan hasil panen.
Daftarkan pemilik, lahan, lalu tiap pohon. Label QR dicetak dan ditempel di pohon.
Catat pengukuran tanah dan setiap tindakan perawatan sesuai jadwal.
Saat pohon berbunga, catat tanggalnya — sistem menampilkan estimasi panen.
Catat jumlah panen, harga, dan pengepul; semuanya terikat ke siklus berbunganya.
Satu halaman yang menjawab semua pertanyaan lapangan tentang sebatang pohon.